KEBUDAYAAN JAWA UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA

Kamis, 17 Oktober 2013

Budaya Jawa merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia yang di dalam tradisinya memiliki nilai-nilai keluhuran dan kearifan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa. Setiap tradisi dalam masyarakat Jawa memiliki arti dan makna filosofis yang mendalam dan luhur, yang mana tradisi ini sudah ada sejak zaman kuno saat kepercayaan masyarakat Jawa masih animisme-dinamisme dan tradisi-tradisi Jawa ini semakin berkembang dan mengalami perubahan-perubahan seiring masuknya agama Hindu-Budha hingga Islam ke tanah Jawa.

Dalam arti sempit, tradisi adalah kumpulan benda material dan gagasan yang diberi makna khusus dan berasxal dari masa lalu. Di dalam tradisi Jawa tersebut khas dengan adanya sesaji yang dibuat berdasarkan kegunaan masing-masing yang mempunyai makna dan tujuan berbeda satu sama lain. Dalam adat istiadat masyarakat Jawa, sesaji atau biasa disebut dengan sajen adalah sajian yang berupa makanan, hewan atau buah-buahan yang dipersembahkan kepada arwah leluhur serta kekuatan gaib yang ada dalam upacara yang diselenggarakan.
Tradisi dalam masyarakat Jawa masih mengenal sesaji. Bahkan sampai sekarang masih ada banyak masyarakat Jawa yang meneruskan tradisi sesaji. Namun yang telah menjadi tradisi masyarakat Jawa ini, oleh masyarakat modern dianggap klenik, mistik, irasional, dan segala jenis sebutan lain yang di anggap miring atau negatif. Hanya ada beberapa saja yang menganggap sesaji sebagai manifestasi lain dari sebuah doa.
Ada bermacam-macam sesaji dalam kehidupan masyarakat Jawa sesuai dengan upacara yang diselenggarakan, salah satunya sesaji dalam pernikahan adat Jawa. Di dalam sesaji pernikahan sendiri ada empat jenis sesaji, yaitu: sesaji pasang tarub, sesaji siraman, sesaji midodareni, sesaji panggih atau temu. Tradisi kuno masyarakat Jawa memiliki tata cara lengkap dalam pernikahan, sebelum pernikahan, hari pelaksanaan, dan sesudah pelaksanaan pernikahan. Meskipun zaman semakin berkembang dan mengglobal, namun masih ada masyarakat Jawa mempunyai kebiasaan untuk tetap mempertahankan tradisi dari nenek moyang. Setiap sesaji mempunyai makna sendiri-sendiri, bahkan cara pembuatan dan penyajiannya juga berbeda-beda. Kekayaan makna dalam sesaji ini menggambarkan roda hidup, liku-liku dan naik turun kehidupan manusia dari lahir hingga kematian.
Namun, pada kenyataannya tradisi pernikahan masyarakat yang bersifat religius dan kedaerahan kini telah bergeser pada harta kekayaan. Misalnya saja, banyak orang yang memilih gedung mewah sebagai tempat untuk pelaksanaan resepsi. Jika dilihat pada pijakan hidup masyarakat Jawa yang terdiri dari: Dhama (kewajiban), Harta (kekayaan), Kama (asmara), dan Moksa (hilang), upacara pernikahan zaman sekarang seakan lebih kuat berorientasi pada harta dan melupakan dharma. Mungkin saja pernikahan masyarakat Jawa di zaman modern ini merupakan representasi kehidupan msyarakat yang serba modern, materialistik, instan, dan tidak menganggap penting religi lokal dan kedaerahan. Keadaan yang demikian sesungguhnya telah menambah persoalan dari segi ekonomi, budaya, dan juga religi. Dari segi ekonomi, perayaan pernikahan yang serba gemerlab tersebut memerlukan jumlah biaya yang besar. Dari segi budaya, resepsi pernikahan lebih mengutamakan budaya masa kini dan mengesampingkan budaya Jawa. Sedangkan dari segi religi, pernikahan yang dilakukan telah menghilangkan atau mengabaikan tradisi sesaji masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa harus melihat kembali representasi sesaji dalam pernikahan adat Jawa, karena selain wujud lain dari doa syukur dan permohonan kelancaran, masyarakat Jawa juga dapat ikut serta melestarikan kebudayaannya sendiri.
Sebelum upacara pernikahan dilakukan, harus ada prosesi yang dilakukan oleh pihak laki-laki maupun pihak perempuan. Adapun tata cara pernikahan adat Jawa adalah sebagai berikut:
1.      Tahap I (Tahap Pembicaraan)
Yaitu pemicaraan antara pihak keluarga calon pengantin laki-laki dengan pihak keluarga calon pengantin perempuan, mulai pembicaraan pertama sampai tingkat melamar dan menentukan hari pernikahan atau gethok dina.
2.      Tahap II (Tahap Kesaksian)
Tahap ini merupakan tahap peneguhan pembicaraan yang disaksikan oleh pihak ketiga, yaitu warga, kerabat atau para sesepuh yang ada disekeliling tempat tinggalnya melalui acara-acara sebagai berikut:


a.       Srah-srahan
Yaitu menyerahkan seperangkat perlengkapan untuk melancarkan pelaksanaan acara sampai dengan hajat berakhir. Ada beberapa simbol barang-barang yang mempunyai arti dan makna khusus seperti: cincin, seperangkat busana putri, makanan tradisional, buah-buahan, daun sirih, dan uang. Adapun makna dari simbol barang-barang itu adalah :
·         Cincin emas
Cincin emas berbentuk bulat yang tiada putusnya. Hal itu mempunyai makna agar cinta mereka abadi tidak terputus sepanjang hidup.
·         Seperangkat busana putri
Barang ini mempunyai makna bahwa dimasing-masing pihak harus pandai menyimpan rahasia terhadap orang lain.
·         Perhiasan yang terbuat dari emas, intan, dan berlian
Mengandung makna agar calon pengantin putri selalu berusaha untuk tetap bersinar dan tidak membuat kecewa.
·         Makanan tradisional
Makanan tradisional ini terdiri dari jadah, wajik, dan jenang. Semua makanan tersebut terbuat dari beras ketan. Wujud beras ketan sebelum dimasak hambur, tetapi setelah dimasak akan menjadi lengket. Begitu juga harapan yang tersirat, semoga cinta kedua calon pengantin akan selalu lengket selama-lamanya.
·         Buah-buahan
Bermakna penuh harap agar cinta mereka menghasilkan buah kasih yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
·         Daun sirih
Muka dan punggung daun sirih mempunyai rupa yang berbeda. Tetapi kalau digigit akan sama rasanya. Jadi, daun sirih ini mempunyai makna satu hati, berbulat tekad tanpa harus mengorbankan perbedaan.


b.      Peningset
Peningset adalah lambang kuatnya pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan yang ditandai dengan tukar cincin antara kedua calon pengantin.
c.       Asok tukon
Yaitu penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan keuangan kepada keluarga calon pengantin perempuan.
d.      Gethok dina
Menetapkan kepastian untuk pelaksanaan ijab qobul dan acara resepsi. Untuk mencari hari, tanggal, dan bulan biasanya dimantakan saran oleh orang yang ahli dalam perhitungan Jawa.
3.      Tahap III (Tahap Siaga)
Pada tahap ini, yang punya hajat akan mengundang para sesepuh ataupun sanak saudara untuk membentuk panitia guna melaksanakan kegiatan acara-acara sebelum pernikahan, acara pernikahan, dan sesudah acara pernikahan. Ada beberapa acara dalam tahap siaga ini, yaitu:
a)      Sedhahan
Yaitu acara mulai merakit hingga membagi undangan.
b)      Kumbakarna
Kumbakarna adalah pertemuaan membentuk panitia hajatan mantu, dengan cara:
                                                                                i.            Pemberitahuan dan permohonan bantuan kepada sanak saudara, keluarga, dan tetangga.
                                                                              ii.            Adanya rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana.
                                                                            iii.            Mencukupi segala kerepotan dan keperluan selama hajatan.
                                                                            iv.            Pemberitahuan tentang pelaksanaan hajatanserta telah selesainya pembuatan undangan.
c)      Jenggolan atau jonggolan
Yaitu calon pengantin laki-laki melapor ke KUA. Tata cara ini sering disebut tandhakan atau tandhan. Artinya memberitahukan dan melapor kepada pencatatan sipil bahwa akan ada acara hajatan pernikahan yang dilanjutkan dengan pembekalan pernikahan.
4.      Tahap IV (Tahap Rangkaian Upacara)
       Sebelum pada acara pernikahan biasanya ada beberapa tata cara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa pada umumnya, yaitu:
a.       Pasang bleketepe dan tarub
Biasanya sehari sebelum acara pernikahan, pintu gerbang di rumah calon pengantin perempuan dipasangi tarub dan bleketepe. Dan dibuat gapura yang dihiasi dengan tanaman dan dedaunan yang mempunyai makna simbolis.
Di kiri dan kanan gapura dipasangi pohon pisang yang telang berbuah dan sudah matang. Hal itu mempunyai makna bahwa suami akan menjadi kepala keluarga ditengah kehidupan masyarakat. Seperti pohon pisang yang bisa tumbuh baik dimanapun dan rukun dengan lingkungannya. Sepasang tebu wulung, pohon tebu yang berwarna kemerahan merupakan simbol mantapnya kalbu, pasangan ini akan membina dengan sepenuh hati keluarga mereka kelak. Cengkir gadhing, buah kelapa kecil yang berwarna kuning ini mempunyai makna kencangnya atau kuatnya pikiran baik, sehingga pasangan ini sungguh-sungguh terikat dalam kehidupan bersama yang saling mencintai.
Berbagai macam dedaunan yang digunakan untuk menghiasi tarub adalah beringin, mojokoro, alang-alang, dadap srep. Itu semua merupakan harapan agar pasangan ini nantinya hidup dan tumbuh dalam keluarga yang selalu selamat dan sejahtera.
Selain pemasangan hiasan berupa tumbuhan dan dedaunan pada gapura tarub, anyaman daun kelapa yang biasa disebut bleketepe digantungkan pada gapura tarub. Hal ini memunyai makna untuk mengusir segala gangguan dan roh jahat serta menjadi pertanda bahwa di rumah ini ada acara perkawinan.
Ada beberapa sesaji khusus sebelum pemasangan tarub dan bleketepe. Sesaji tersebut terdiri dari: nasi tumperng, bermacam-macam buah-buahan termasuk pisang dan kelapa, berbagai macam lauk pauk, kue, minuman, bunga, jamu, daging kerbau, gula kelapa dan sebuah lentera. Sesaji tersebut mempunyai makna agar mendapat berkah dari Tuhan dan restu dari para leluhur serta untuk menolak godaan dari para makhluk jahat. Sesaji biasanya diletakkan di tempa-tempat tertentu seperti: dapur, kamar mandi, pintu depan rumah, bawah tarub, jalan dekat rumah, dan lain-lain.
b.      Kembar mayang
Kembar mayang juga sering disebut dengan Kalpataru Dewandaru, sebagai lambang kebahagiaan dan keselamatan. Benda ini biasa dipasang di panti atau asasana wiwara yang digunakan dalam acara panebusing kembar mayang dan upacara panggih. Apabila acara sudah selesai, kembar mayang akan dibuang di perempatan jalan, sungai, atau laut agar kedua mempelai selalu ingat asal muasalnya.
c.       Pasang tuwuhan atau pasren
Tuwuhan atau tumbuh-tumbuhan dipasang dipasang di tempat duduk pengantin atau tempat pernikahan. Tuwuhan ini melambangkan isi alam semesta dan memiliki makna tersendiri dalam budaya Jawa.
                   Sebelum dimulainya acara pernikahan ada beberapa rangkaian upacara, yaitu sebagai berikut:
a.       Upacara siraman
Upacara siraman mengandung arti memandikan calon pengantin yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir serta batinnya. Calon pengantin perempuan dimandikan di rumah orang tuanya, dan calon pengantin laki-laki juga dimandikan di rumah orang tuanya. Ada beberapa sesaji yang diperlukan dalam upacara siraman ini, yaitu: ayam panggang bumbu ketumbar dan bawang, dua buah kelapa yang baru tumbuh, tumpeng robyong, dan jajanan pasar.
Ada beberapa langkah dalam pelaksanaan upacara siraman, yaitu:
a.       Persiapan tempat untuk upacara siraman
b.      Daftar orang yang ikut memandikan. Selain kedua orang tuanya, ada orang lain yang juga ikut memandikan. Biasanya adalah orang yang sudah sepuh, mempunyai anak cucu, dan reputasi kehidupan yang baik.
c.       Menyiapkan barang yang diperlukan dalam upacara
d.      Sesaji untuk upacara siraman, salah satunya seekor ayam jago
e.       Pihak keluarga pengantin perempuan mengantarkan sebaskom air kepada pihak keluarga pengantin laki-laki. Air itu disebut sebai air suci perwitosari, yang artinya sari kehidupan. Air tersebut dicampur dengan berbagai macam bunga dan ditaruh di wadah yang bagus. Air suci perwitosari ini sebagai campuran untuk memandikan calon pengantin laki-laki.
f.       Pihak terakhir yang memandikan calon pengantin adalah pamaes, yang menyirami calon pengantin dengan air dari sebuah kendi. Ketika air dalam kendi itu sudah habis, maka sesepuh yang telah ditunjuk akan memecahkan kendinya dan berkata “wis pecah pamore”. Artinya calon pengantin yang cantik atau gagah sudah siap untuk menikah.
b.      Adol dhawet
Setelah selesai upacara siraman, maka segera dilakukan penjualan dawet. Yang menjadi penjual adalah ibu dari calon pengantin peermpuan yang dipayungi oleh ayah calon pengantin perempuan. Kemudian yang menjadi pembeli adalah para tamu yang hadir, dengan menggunakan pecahan genting sebagai uangnya.
c.       Paes
Paes adalah upacara menghilangkan rambut halus di sekitar dahi agar tampak bersih dan wajahnya bercahaya, kemudian merias calon pengantin. Paes ini menyimbolkan harapan kedudukan yang luhur diapit lambing bapak ibu serta keturunan. Dalam upacara paes juga ada sesajinya, yaitu sama dengan sesaji pada upacara siraman.
d.      Upacara midodareni
Upacara ini berarti menjadikan calon pengantin perempuan secantik Dewi Widodari. Dalam upacara ini, orang tua pengantin perempuan akan memberi anaknya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok dia akan menjadi tanggungjawab suaminya. Ada sesaji khusus dalam upacara midodareni, yaitu pisang raja yang bagus berjumlah genap satu tangkep, seikat daun sirih yang bagus, jajanan pasxar lengkap, bunga setaman atau kembang telon, nasi gurih, ingkung ayam jantan lengkap dengan jeroannya, sambel goreng, lalapan (timun dan kemangi). Khusus intuk pengantin perempuan dibuat pindang antep, yaitu jeroan ayam dibumbu pindang dan dimakan dengan nasi gurih setelah pukul 12 malam.
e.       Nyanti atau nyantrik
Nyantrik adalah pacara penyerahan dan penerimaan yang ditandai dengan datangnya calon pengantin laki-laki beserta pengiringnya. Jika acara ijab dilakukan besok, maka acara ini dimanfaatkan untuk bertemu dan berkenalan dengan sanak saudara terdekatdi tempat mempelai laki-laki. Apabila ada kakak perempuan yang dilangkahi, maka acara penting lainnya adalah pemberian restu dan hadiah sesuai dengan kemampuan mempelai sebagai plangkahan.
5. Tahap V (Tahap puncak dari rangkaian acara dan merupakan inti acara)
a.       Upacara ijab
Sebagai prosesi pertama pada acara iniadalah pelaksanaan ijab yang melibatkan pihak penghulu dari KUA. Setelah acara ini berjalan dengan lancar dan dianggap sah, maka kedua mempelai resmi menjadi suami istri.
b.      Upacara panggih
Setelah upacara ijab selasai, kemudian dilanjutkan dengan upacara panggih yang meliputi:
·         Liron kembar mayang atau saling menukar kembar mayang dengan makna dan tujuan bersatu cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.
·         Gantal atau lempar sirih, mempunyai makna agar semua godaan hilang karena lemparan itu.
·         Ngidak endhog atau pengantin laki-laki menginjak telur ayam kemudian dibersihkan atau dicuci kakinya oleh pengantin perempuan, hal itu mempunyai makna bahawa seksual kedua mempelai sudah pecah pamornya.
·         Minum air kelapa yang menjadi lambang air suci, air hidup, air mani dan dilanjutkan dengan dikepyok bunga warna warni dengan harapan keluarga mereka dapat berkembang segala-galanya dan bahagia lahir batin.
·         Sindur, yaitu menyampirkan kain (sindur) ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup.
                   Setelah upacara panggih, kedua mempelai diantar duduk ke sasana rinengga. Kemudian acarapun dilanjutkan.
·       Timbangan yaitu kedua mempelai duduk di pangkuan ayah pengantin perempuan sebagai simboh bahwa sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin.
·       Kacar kucur, dijalankan dengan cara pengantin laki-laki mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya. Hal itu mempunyai makna bahwa sang laki-laki bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.
·       Dulangan, kedua mempelai saling menyuapi. Hal itu mengandung laku perpaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan, sebagai simbol seksual. Namun, ada juga yang memaknai lain, yaitu tutur adilinuwih atau seribu nasihat yang adiluhung yang dilambangkan dengan sembilan tumpeng.
c.       Upacara bubak kawak
Upacara ini khusus dilakukan untuk keluarga yang baru pertama kali menikahkan anak perempuan sulungnya.ditandai dengan membagi-bagikan harta benda berupa uang receh, beras kuning, umbi-umbian, dan lain-lain.
d.      Tumplak punjen
Numplak berarti menumpahkan, sedangkan punjen berarti berbeda beban di atas bahu. Jadi, makna dari tumplak punjen adalah lepas sudah darma orang tua kepada anaknya. Tata cara ini dilakukan pada keluarga yang tidak akan bermenantu lagi atau semua anaknya sudah menikah.
e.       Sungkeman
Sungkeman dilakukan sebagai ungkapan bakti kepada orang tua sekaligusx meminta doa restu.
f.       Kirab
Kirab adalah istilah yang digunakan untuk pengantin yang meninggalkan tempat duduknya untuk berganti busana.
                   Kebudayaan Jawa adalah salah satu warisan dari nenek moyang kita, yang memiliki nilai-nilai keluhuran dan kearifan budaya. Dalam setiap kebudayaan terdapat tradisi yang mempunyai makna filosofi yang mendalam dan luhur. Salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah upacara pernikahan adat Jawa. Dalam setiap langkah yang ada pada upacara pernikahan adat Jawa mengandung makna-makna yang baik. Untuk itu kita sebagai masyarakat Jawa harus senantiasa menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa salah satunya dengan melaksanakan tradisi upacara pernikahan Jawa.

Sumber       :



13 komentar:

Anonim mengatakan...

terimakasiiih share infonya. kalau mau melengkapi dg foto, silahkan lihat foto-foto perkawinan di blog poetrafoto photography ya. makasiiih (y) :)

Unknown mengatakan...

thank you chingu

Unknown mengatakan...

ada enggak yang pake bahasa jawa?
but thanks for this informatin :D

Prabuadjie JBS. mengatakan...

Sudah menjadi SALAH KAPRAH. Pelaksanaan PANGGIH dengan IJAB.

Kebanyakan tulisan mengatakan acara panggih HARUS DILAKSANAKAN setelah acara IJAB. Coba kita bertanya MENGAPA …. ???? inilah karena kita mencampuradukkan antara pernikahan ADAT dengan pernikahan AGAMA.

Harusnya TIDAK BOLEH begitu. PERNIKAHAN AGAMA itu sifatnya HARUS MENGESAHKAN terjadinya PERNIKAHAN ADAT. Bukan sebaliknya.

Apa sebenarnya yang terjadi manakala IJAB dulu baru PANGGIH. Yang terjadi adalah SELURUH rangkaian acara mulai dari pemasangan BLEKETEPE sampai dengan Malam Midodareni …. menjadi GUGUR MAKNANYA … karena SEBELUM acara PANGGIH, kedua calon Pengantin SUDAH HARUS KETEMU DULU …. untuk kepentingan ACARA IJAB.

Kalau kita mau melaksanakan secara benar, seharusnya acara PANGGIH dilaksanakan dahulu, kemudian baru DISAHKAN SECARA AGAMA dengan proses IJAB KABUL, atau Penerimaan Sakramen Perkawinan, atau acara keagamaan lainnya yang sifatnya MENGESAHKAN rangkaian acara ADAT tersebut. Setelah SAH baru RESEPSI.

Dengan demikian, Makna acara adat secara LENGKAP terpenuhi, dan PENGESAHAN SECARA AGAMA juga terpenuhi.

Demikian semoga para Juru Paes memahami peran AGAMA sebagai YANG MENGESAHKAN PERNIKAHAN TERSEBUT, tanpa mengurangi MAKNA LUHUR RANGKAIAN UPACARA ADAT yang Adi Luhung warisan Leluhur kita.

Unknown mengatakan...

sungguh sangat membantu untuk para calon pengantin mengenai pernikahan adat jawa.

selain mengenai pernikahan adat jawa, ada yang tidak kalah pentingnya loh guys.
persiapan undangan souvenir dan mahar pun juga sama pentingnya !!

Anaria Wedding akan membantu persiapan pra nikah anda sebagai calon pengantin tak perlu bingung.
Anaria Wedding membantu menjawab semua keperluan anda mulai dari Undangan, Souvenir, Mahar, dan Hantaran/Seserahan
kami melayani konsultasi gratis
segera hubungi team kami

Salama :
WA/Tlf 0856 4591 3004
http://souvenirnikah.co.id

Unknown mengatakan...

Hai Calon Pengantin ~
Percayakah kalian bahwa melangsungkan pernikahan tidak perlu ribet dan mahal? Dengan memakai jasa Wedding Organizer HIS Graha Elnusa, Anda bisa melangsungkan pernikahan ALL IN PACKAGE (Gedung, Catering, Dekorasi, Rias & Busana atau Bridal, Entertainment, Photography, WO, Wedding Car). Pernikahan kalian akan bergaya elegant seJakarta Selatan dengan harga dibawah rata-rata dan dapat CASHBACK 10 Juta juga lho!

Mau tahu berbagai jenis Wedding Packagenya? Langsung saja kunjungi www.hisgrahaelnusa.com dan pantau terus update terbaru kami di Instagram @his_grahaelnusa.

> For more info please contact Marketing HIS Wedding Graha Elnusa 083873396243 (RATIH) atau datang langsung ke kantor HIS di Graha Elnusa Lt.2, Jl.TB. Simatupang Kav.1B, Cilandak Timur.

HIS BALAI SARTIKA CONVENTION HALL mengatakan...

Hallo Akang dan Teteh Calon Penganten,

Masih bingung cari gedung pernikahan? Ingin menikah di gedung full carpet dengan fasilitas eksklusif? HIS Kologdam Bandung menjawab keinginanmu dengan konsep One Stop Wedding Service dan pilihan vendor-vendor profesional yang akan membuat pernikahanmu semakin berkesan. Dapat bonus-bonus menarik yaitu CASH BACK 10JUTA Semua itu tanpa diundi looohhh…

Ingin info lebih lanjut bisa langsung hubungi :
Rosianti,
WA ( 085624295686 )
IG ( rosi.hiskologdam )
E-mail ( rosi.hiscorp@gmail.com )

tresnaafrianti mengatakan...

Hi brides & grooms to be, lagi cari gedung utk acara pernikahan di Kota Bandung? Gedung HIS Balai Sartika Convention Hall bisa jadi pilihan kamu loh karena sekarang udh full carpet & lampu chandelier. Selain itu HIS Balai Sartika Convention Hall juga menyediakan paket pernikahan yang fleksibel dan pilihan vendornya ada banyak banget, bisa pilih sesuai keinginan kamu. Ohya, sekarang lagi ada promo menarik juga loh yaitu CASHBACK dan HONEYMOON PACKAGE! Untuk informasi lengkapnya, hubungin aja Tresna (+6281312214233), FREE KONSULTASI!!

tresnaafrianti mengatakan...

Hi brides & grooms to be, lagi cari gedung utk acara pernikahan di Kota Bandung? Gedung HIS Balai Sartika Convention Hall bisa jadi pilihan kamu loh karena sekarang udh full carpet & lampu chandelier. Selain itu HIS Balai Sartika Convention Hall juga menyediakan paket pernikahan yang fleksibel dan pilihan vendornya ada banyak banget, bisa pilih sesuai keinginan kamu. Ohya, sekarang lagi ada promo menarik juga loh yaitu CASHBACK dan HONEYMOON PACKAGE! Untuk informasi lengkapnya, hubungin aja Tresna (+6281312214233), FREE KONSULTASI!!

Rosianti Mustika mengatakan...

Hallo Kaka-kaka Calon Penganten,

Masih bingung cari gedung pernikahan? Ingin menikah di gedung full carpet dengan fasilitas eksklusif? HIS Kologdam Grand Ballroom Bandung menjawab keinginanmu dengan konsep One Stop Wedding Service dan pilihan vendor-vendor profesional yang akan membuat pernikahanmu semakin berkesan!! Serta kita ada BONUS loooh tanpa diundi!!

Ingin info lebih lanjut bisa langsung hubungi :
Rosianti,
WA ( 085624295686 )
IG ( rosi.hisbalaisartika )
E-mail ( rosi.hiscorp@gmail.com )

Nisa mengatakan...

Halo para calon pengantin, mau menikah di gedung mewah tanpa ribet dan budget oke? HIS GRAHA ELNUSA jawabannya! Hijau Indah Selaras Wedding Venue & Organizer bakal bikin mimpi kamu jadi nyata. Kami menyediakan ALL IN WEDDING PACKAGE, gak perlu khawatir karena kita sudah cover :
- Fasilitas Gedung (Full AC & Full Karpet)
- Catering
- Dekorasi
- Rias & Busana
- Entertainment
- Photography
- Wedding Organizer
- Wedding Planner
- MC + Buku Tamu
- Mobil Pengantin Alphard

Gak cuma itu, kamu juga bakal dapet banyak bonus seperti HONEYMOON ke LABUAN BAJO dan FOODSTALL MILLENIALL seperti BASKIN ROBINS atau HONGTANG. Book your date! Whatsapp : 087884761964, Email : alifahnisa.hiscorp@gmail.com

Nisa mengatakan...

Haloo, aku mau bagi pengalaman pernikahan kakakku. Jadi waktu itu kakakku dan pasangannya sibuk kerja kan jadi memang susah untuk ngurusin sendiri, nah karena kakakku nyari tempat pernikahan yang memang aksesnya mudah jadi dia nyari yang tengah2 dan ga terlalu macet. Akhirnya kakakku mutusin buat nikah di Elnusa, letaknya kalau ga salah di Tb.Simatupang deket Citos. Nah disana ternyata sudah ada paketan weddingnya juga dan sudah ada WOnya. Waktu itu kakakku dibantu sama Kak Ali, nah disana bener2 dibantuin dari awal sampe akhiir. Walaupun kakakku dan pasangannya sibuk kerja tapi urusan pernikahannya ga sampai keteteran karena bener2 dibantuin. Jadi disana itu udah semua2nya diurusin, kakakku tinggal ngurusin souvernir dan undangan aja. Bahkan ada Wedding Plannernya gitu yang mengatur jadwal kakakku untuk visit2 vendor dan testfood, jadi bener2 bikin kakakku ga pusing mikirin pernikahannya. Dari awal kakakku persiapan acara sampai akhir acara bener2 ga dilepas sama WOnya, dan hal itu ngebuat mamahku ga terlalu banyak ikut campur. Jujur Pelayanannya bener2 bagus, walaupun kakakku dan pasangannya kadang suka banyak maunya tapi tuh kayak diturutin terus gituu. Alhamdulillah keluargaku dan kakakku puas sih nikah di HIS Graha Elnusa. Kalo kalian berminat aku ada nih kontaknya yang waktu itu bantuin kakakku, namanya Kak Ali, nomornya 087884761964. Semoga bisa membantu kaliaan

Blogger mengatakan...

This way my pal Wesley Virgin's biography starts in this shocking and controversial VIDEO.

Wesley was in the military-and shortly after leaving-he unveiled hidden, "SELF MIND CONTROL" secrets that the CIA and others used to get everything they want.

As it turns out, these are the same methods tons of celebrities (notably those who "come out of nowhere") and the greatest business people used to become rich and successful.

You've heard that you use less than 10% of your brain.

That's really because most of your brain's power is UNCONSCIOUS.

Perhaps this conversation has even taken place INSIDE OF YOUR very own brain... as it did in my good friend Wesley Virgin's brain around seven years ago, while driving an unregistered, garbage bucket of a vehicle with a suspended driver's license and $3.20 on his bank card.

"I'm absolutely fed up with going through life paycheck to paycheck! When will I get my big break?"

You've been a part of those those thoughts, am I right?

Your very own success story is waiting to start. You just need to take a leap of faith in YOURSELF.

Watch Wesley Virgin's Video Now!

Posting Komentar

photos

dahliafridayanti's  album on Photobucket